Pondok Pesantren Al Fattah Sidoarjo

Loading

Kebanggaan Santri di Pondok Pesantren Al Fattah: Memuliakan Ilmu dan Agama

Kebanggaan Santri di Pondok Pesantren Al Fattah: Memuliakan Ilmu dan Agama


Pondok Pesantren Al Fattah dianggap sebagai tempat yang membanggakan bagi para santri. Di sana, kebanggaan santri terwujud dalam upaya mereka untuk memuliakan ilmu dan agama. Kedua hal tersebut menjadi fokus utama dalam pembelajaran di pesantren ini.

Menurut KH. Hasyim Muzadi, “Ilmu tanpa agama bagai kapal tanpa kompas, sedangkan agama tanpa ilmu bagai kapal tanpa layar.” Hal ini menunjukkan betapa pentingnya kedua aspek tersebut dalam kehidupan seorang santri. Di Pondok Pesantren Al Fattah, para santri diajarkan untuk selalu mengutamakan keduanya sebagai landasan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Dalam proses belajar mengajar, santri di Pondok Pesantren Al Fattah diajarkan untuk tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga ilmu dunia yang bermanfaat. Menurut KH. Abdullah Gymnastiar, “Ilmu agama tanpa ilmu dunia tidak akan memberikan manfaat yang besar bagi umat.” Oleh karena itu, para santri diajak untuk memiliki pemahaman yang holistik terhadap ilmu agar dapat menjadi insan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Selain itu, di Pondok Pesantren Al Fattah juga ditekankan pentingnya memuliakan ilmu dan agama dalam tindakan sehari-hari. Misalnya, dengan selalu menjaga akhlak yang baik, menjadi teladan bagi orang lain, dan senantiasa mengabdi kepada masyarakat. KH. Hasyim Muzadi juga pernah mengatakan, “Agama tanpa akhlak adalah seperti pohon tanpa buah.”

Dengan semangat kebanggaan yang tinggi, para santri di Pondok Pesantren Al Fattah terus berupaya untuk menjadi generasi yang dapat memuliakan ilmu dan agama. Mereka yakin bahwa dengan memegang teguh nilai-nilai tersebut, mereka dapat memberikan kontribusi yang besar bagi kemajuan bangsa dan negara.